Friday, June 29, 2012

setelah mata terbuka



Seperti pagi, memulai hari para pemimpi yang berharap selalu akan ada pagi yang seperti ini.

Ah, pagi... Kekasihmu selalu teringat seperti apa sinar yang menembus jendela melalui tralis besi dan membangunkannya dari mimpi...

Seperti pagi, berharap bertemu malam, dan malam yang terus menyanyikan doa untuk berjumpa dengan pagi, merajut mimpi mereka sendiri-sendiri.

malam hanya berharap mengecup pundak pagi,membangunkannya untuk memulai hari , memancarkan sinar utk seluruh bumi

Seperti kamu yang memohon pada kekasih untuk menjaga dan merawat hatimu, kini ia memohon padamu, "jangan biarkan terbuka lagi lukaku"

Selamat pagi, jangan lupa berdoa sebelum makan ya teman-teman, jangan cuma motret makanan lalu upload ke Instagram...

Pernahkah membayangkan berdansa dengan iringan Amanda Palmer yang melagukan Exit Music? Terkadang, mengalami kejadian yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya justru akan selalu diingat seterusnya... :)

salah satu cara menyelamatkan tweet adalah posting ke note nya multiply :)))

semesta itu baik. dia tidak akan mewujudkan niat jahat seseorang. yang punya niat jahat pun ngga akan dijahatin. see?

"Kau tahu akibatnya jika trlalu lama membiarkan seseorang menunggu? Kemungkinannya hanya dua: dia akan mencoba lbh sabar, atau bosan & marah" --- teks pada sebuah cerpen

Air tidak selalu bisa mengalahkan api. Bisa saja mereka mendidih bersama, menghancurkan ekspektasi musuh-musuhnya.

Thursday, June 28, 2012

terserah kamu hendak membunuh dengan cara apa. saya punya nyawa sembilan.



April 2009. seorang sahabat mencoba menginterpretasikan tentang saya.
saya yang berdiri mati-matian atas nama cinta yang dipersembahkan kepada seseorang. 
ketika saya menjadi kecanduan rasa kesakitan. 



terserah kamu hendak membunuh dengan cara apa. saya punya nyawa sembilan. - Isnielma 


Dedicated For Disorder Sufferer: Sahabat Yang Pernah Hampir Terbunuh Hal Itu

Saya sudah bersiap lebih matang, bahkan mengalahi tentara yang akan maju ke medan perang. Karna saya tau, rasa sakit ini lebih mematikan. Meski saya tidak mengenakan baju baja, paling tidak saya punya nyawa sembilan ketika kamu menembaki saya tepat pada bagian dada. Dan memang saya belum pernah berlatih di sekolah marinir tentang bagaimana cara mempertahankan diri dalam serangan amunisi. Tapi percayalah saya punya nyawa sembilan ketika kamu membombardir hidup saya dengan cinta yang berdarah darah. Dan gas beracun yang tiap kali musti saya hirup, juga hunusan pedang, atau kamu menjatuhkan saya begitu saja setelah kamu membawa saya ke pada ketinggian seribu juta kaki saya melangkah menyeret tabah. Terserah kamu mau membunuh saya dengan cara apa. Saya punya nyawa sembilan. Karna setiap hari saya sudah berlatih mati. Sendiri.



----
sahabat saya itu kini sedang berjuang sendirian meyakinkan dunia atas pilihannya. hampir empat tahun kami tidak berjumpa. semangatnya yang getir masih tersimpan dengan baik di dalam saya. 
dia adalah orang pertama yang mengajak saya untuk mencintai Purnama. padahal waktu itu saya sedang tergila-gila dengan Matahari dan tamparan sinarnya. 
saya merindukannya, dan cerita-cerita yang dia lantunkan ketika kami bersama-sama duduk di bawah langit hitam dan menatap gugusan bintang. 

semoga dia benar-benar sudah menjadi setegar batu karang, sekarang.

Tuesday, June 26, 2012

benang-benang tak kasat mata



benang-benang tak kasat mata menghubungkan kedua telapak tangan dan mengikat erat jemari kita meskipun tangan kita sedang tidak saling menggenggam.

benang-benang tak kasat mata menghubungkan kedua bibir kita hingga mereka tetap dapat merasakan getaran elektrik yang membangkitkan imajinasi menggelitik meskipun mereka tidak saling berpagutan.

benang-benang tak kasat mata menghubungkan kedua jantung kita untuk tetap merasakan denyut kehidupan meskipun jantung tidak pernah berdetak secara bersamaan. 

benang-benang tak kasat mata menghubungkan kedua hati kita dan karenanya hati bisa ikut berdetak seperti jantung, di setiap perjalanan menuju perjumpaan.

benang-benang tak kasat mata menghubungkan kedua pasang kaki kita, menjaga mereka agar tetap berjalan pada satu arah tujuan yang sama : terang.

benang-benang tak kasat mata menghubungkan keseluruhan aku dan kamu agar kita tetap menjadi satu.

Saturday, June 23, 2012

Sebenarnya, Purnamaku, seharusnya cintamu saja cukup untukku.

 


tapi coba lihat ke dalam aku yang bersikeras menjadi setegar karang ditempur ombak dikikis masa, masih saja merasa memilikimu.

 

ah,

masih saja aku dikuasai rasa memiliki padahal kamu hanya milik dirimu sendiri seperti halnya aku hanya milik diriku sendiri padahal ribuan kali sudah kita membicarakan hal ini.

masih saja aku diperbudak rasa cemburucemburu itu padahal aku tau kamu tidak memberikan cinta padanya seperti kamu memberikan cintamu padaku.

 

sayang, masihkah aku pantas berada di sampingmu setelah rasarasa itu masih dan massih saja menghampiri dan menguasai pikiranku?

 

usir mereka, sayang, rasarasa itu. aku tidak lagi mau mereka menghantuiku. aku tidak lagi mau mereka menghantui kita. karena sekarang KITA, bukan lagi AKU atau KAMU.

 

sebelum mereka menggerogoti percayaku padamu, melunturkannya.

sebelum mereka menggerogoti cinta yang kubangun megah untukmu, meruntuhkannya.

 

karena mereka memaksaku menjadi debu yang tidak tersapu di belakang pintu kamarmu yang menyimpan kenangan cemburu itu.

 

karena mereka memaksaku mencoba menjadi bangkai kecoa yang terjengakang dan tidak lagi bisa membalikkan tubuhnya kemudian merontaronta mengejangejang hingga mati di selasela lemarimu.

 

Sebenarnya, Purnamaku, seharusnya cintamu saja cukup untukku.

ketika serapah mengalah pada marah



Bergegas mengemas sebelas cemas yang meretas lekas keras menghempas bergelas kandas yang terlepas

Merah udang galah mengalah pada gajah yang memamah darah, parah! Salah pada lemah tingkat bawah, lelah. Halah!

Tajam, malam menghapus kelam-kelam yang padam dibungkam dalam diam menyampaikan dendam pada kejujuran yang terekam

Radang datang mengejang menerjang karang segarang menebang dahan dengan parang, curang! buang saja ke jurang!

diam. kamu memang lebih baik diam.

tidak mengadu pada rindu atau mengaduh dengan gaduh mengatasnamakan pilu yang berpeluh.

diam. kamu lebih baik diam.



picture : Melancholia (2011)

Wednesday, May 9, 2012

untitled poem


Pendar Purnama di balik malam gosong
Malam jatuh sunyi menyepi
celotehan alkohol menggelinjang ketika keringat menjadi manis
aku adalah pejuang kemerdekaan
kemerdekaan hati mendekati mati

serpihan kayu manis akan memberi rasa berbeda dalam cangkirmu
menukik dengan keras kepala
meresap sampai resahmu lenyap
keringatan tapi tetap berselimut wol tebal
mendendangkan lagu dengan ceria
menggairahkan tubuh untuk bergerak

kamu adalah apa yang kamu pikirkan
tidak seperti pelari...
berlari... berlari... berlari...
tapi tak mau henti, dia lari tanpa peluh
lalu dari mana asalnya muntahan berbau kelamin itu?

di situ, di balik rahasiamu...

aku tahu di tiap relungmu meskipun kamu termenung maupun terisak
dalam diam, ada jawaban tersimpan,
sebaiknya kamu telan...

kita mengumbar apapun kesiasiaan
rangkaian kata berubah menjadi selimut hangat
kabel telepn hanya tempat bertenggernya burung

pulang sore hari dengan belati
membelah hujan dengan payung
menanam rindu di ujung pintu

tiadakan rasa cemburu atau semuanya akan jadi belenggu
dan kebebasan menjadi semu...
menunggu satu...
lalu merindu...
dan satu adalah selalu...
menjadi perahu...
meski adalah rahasia...
tapi baik-baik saja...

jika kau dengar
pelan
tiap repat jemari yang kau petik
kesemuanya mengernyitkan aliran nada
sederas laju darah pada nadi
sepekat tetesan air mata di keningnya

tuhan hanya separo mengambil rusukku
sehingga aku hanya punya punya rasa
menyayangi, tidak mencintai.

rasa ini suci, sesuci pernikahan dua jiwa di alam mimpi.




yogyakarta, 7 Mei 2012
sebuah puisi berantai yang ditulis pada kertas yang diedarkan, oleh lima orang teman yang datang merayakan ulang tahun kekasih saya malam itu. 
tercipta sebuah puisi indah, lebih indah dari yang kami semua bayangkan.

jauh

duduk diam memandangimu yang berada di luar jarak pandang merekam lamunmu yang tak dapat kubaca, dan diammu yang tak dapat kuterka. seny...